• Danau Sentarum

    Danau Sentarum merupakan danau yang dikelilingi hutan basah yang berada tepat dijantung belantara hutan Kalimantan dan merupakan danau terbesar di Kalimantan...

  • Hutan Hujan

    Hutan hujan adalah salah satu karakteristik beberapa bagian hutan di belantara Kalimantan yang beriklim tropis dan sub tropis...

  • Iklim tropis dan sub tropis

    Sebagian besar wilayah Kalimantan memiliki dua iklim yaitu iklim tropis dan sub tropis yang membuat wilayah Kalimantan memiliki rata-rata curah hujan dari sedang hingga tinggi...

  • Kultur Budaya

    Kalimantan memiliki kultur budaya yang sangat unik salah satunya kultur dan budaya yang berasal dari suku dan etnis Dayak yang memiliki Populasi terbesar yang tersebar di seluruh daerah di Kalimantan...

  • Flora dan Fauna

    Kalimantan memiliki berbagai macam jenis flora dan fauna mulai dari tumbuhan liar, hewan endemik hingga primata khas Kalimantan yang berjumlah ribuan spesies...

Tuesday, April 24, 2018

Rumah panjai sungai antu hulu, rumah betang tertua suku Dayak Mualang


Rumah panjai atau rumah betang sungai antu hulu adalah rumah betang tertua di daerah Dayak Mualang yang terletak di desa sungai antu Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat. rumah betang ini sudah berusia ratusan tahun namun tetap kokoh berdiri hingga saat ini, rumah panjai atau rumah betang ini masih dihuni puluhan kepala keluarga hingga saat ini. tidak bisa dipungkiri bahwa alsan masih berdirinya rumah betang ini sampai sekarang yaitu karena struktur dan bahan bagunan yang digunakan pada pembuatan rumah betang ini adalah kayu-kayu hutan yang berkualitas dan tahan lama salah satunya adalah kayu ulin atau kayu belian. oleh karena itu meskipun rumah betang ini tergerus jaman dan usianya yang semakin tua tetapi masih tetap berdiri kokoh. rumah betang sungai antu hulu ini merupakan salah satu rumah betang atau rumah panjai yang masih tersisa di daerah Dayak Mualang dan merupakan rumah betang tertua untuk daerah Suku Dayak Mualang.

Sunday, April 22, 2018

Panglima Burung, Panglima Ngayau dan Panglima Abio, pejuang legendaris Dayak.


Tidak seperti penampilan orang-orang yang mengaku Panglima Dayak hari ini, Panglima Burung Mansau adalah seorang bersahaja dan pejuang Dayak Iban. Beliau berasal dari Desa Majang, Kapuas Hulu, dan lahir pada tanggal 14 November 1914. Salah satu perjuangan beliau adalah menyerbu Pontianak, untuk membalas dendam kepada Jepang atas kematian Pang Suma. Kemudian menuntut diangkatnya Sultan Pontianak untuk menghindari kekosangan kekuasaan. Dalam Buku Sultan Hamid II , Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali - Garuda Pancasila, pada bagian : Surat Sultan Hamid II kepada Solichim Salam, Penjelasan tentang Sejarah Lambang Negara RIS 11 Februari 1950, disitu beliau mengungkapkan andil Panglima Burung dalam memberikan masukan membuat lambang Negara Indonesia. Panglima burung wafat pada pada tahun 2005 silam dan dimakamkan pada tanggal 27 Oktober 2005 di Taman Makam Pahlawan Pang Suma di Meliau, Kalimantan Barat.

sumberhalaman facebook Pulau Dayak
               https://www.facebook.com/photo.php
               

Sunday, April 1, 2018

SIMBOL BERSATUNYA SEMANGAT PARA LELUHUR KALIMANTAN

Simbol Bersatunya Semangat Para Leluhur Kalimantan biasanya akan muncul jika akan ada kegiatan besar atau sering juga muncul jika akan terjadi peperangan. Simbol ini muncul pada kawasan suci yang dahulunya pernah menjadi Balai atau Tempat bertemunya Para Leluhur Kalimantan yang memiliki kemampuan spiritual yang tinggi atau dengan kata lain memiliki Ilmu yang tinggi. Jika Para Leluhur Kalimantan tersebut telah tidak ada lagi di dunia, maka diyakini bahwa ruh-ruh suci Para Leluhur tersebut atau Ilmu-Ilmu yang dimiliki berkumpul pada kawasan yang muncul simbol seperti ini. Pemunculan simbol seperti ini tidak pada kawasan sembarangan, ada kawasan tertentu yang mengikuti syarat dan ketentuan dari pembentukan kawasan suci. Untuk penjelasan tentang kawasan suci tersebut akan dibahas pada postingan yang lain. Simbol ini dapat muncul dengan disengaja yaitu dibuat oleh Tetua Adat yang turun temurun mengetahui tentang simbol tersebut dari Leluhurnya. Namun simbol tersebut dapat juga muncul dengan tanpa disengaja. Untuk tanpa disengaja ini ada dua makna yaitu muncul dengan sendirinya sebagai tanda kepada anak keturunan mereka, dan dapat melalui manusia yang tanpa sadar akibat pengaruh Ruh-Ruh Suci tersebut sehingga tanpa diketahuinya membuat simbol tersebut mengikuti kemauan dari Ruh-Ruh Suci tersebut. Untuk di Kabupaten Sanggau, kemunculan simbol seperti ini merupakan tanda berkumpulnya semangat Para Leluhur Pasak Sanggau yang telah berkumpul pada kawasan tersebut, dimana kawasan itu dahulunya merupakan kawasan suci sebagai Balai atau tempat Para Leluhur Pasak Sanggau berkumpul.

sumber : Halaman Facebook Poesaka Kapoeas